Menwa Mahawarman

 
  • Decrease font size
  • Default font size
  • Increase font size
  • default color
  • blue color
  • green color

Home
Napak Tilas Pulau Terdepan Lintas Selatan Jawa Barat PDF Print E-mail
Written by Yak Stef Muda   
Monday, 07 September 2009

ImageMenelusuri jejak sejarah perjuangan merupakan suatu bentuk kerinduan akan semangat yang ditinggalkan dari tapak sejarah tersebut yang terus ingin diwariskan pada generasi-generasi masa kini dan yang akan datang. Tanggal 14-17 Agustus 2009, Resimen Mahasiswa Indonesia mengadakan acara Napak Tilas Pulau Terdepan Lintas Selatan Jawa Barat memperingati Proklamasi RI ke-64 sejauh 150 km dengan jumlah peserta sekitar 500 orang dari seluruh Indonesia. Banyak pertanyaan yang selalu berulang, apakah kita benar-benar merdeka?? Pertanyaan ini sudah tidak perlu lagi dipertanyakan. Perlu untuk dilakukan bagaimana berbuat dalam hari-hari kedepan agar manusia Indonesia cukup merasakan kemerdekaan yang hakiki.

 

Kenapa disebut Napak Tilas Pulau Terdepan Lintas Selatan Jawa Barat??

Semarak merah putih dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI – 64 menjadi bagian dalam semangat perjalanan panjang menyusuri rute lintas selatan Jawa Barat yang memiliki nilai-nilai penting dalam sejarah perjuangan. Rakyat Jawa Barat adalah siliwangi dan siliwangi adalah rakyat Jawa Barat merupakan esensi dari semangat kegiatan napak tilas. Nilai-nilai ini harus terus tumbuh di masyarakat terutama pemuda sebagai penerus bangsa.

Rute napak tilas Bandung – Garut - Pulau Santolo, dimana Pulau Santolo merupakan pulau terdepan di wilayah Jawa Barat selatan perlu mendapat perhatian dan menjadi catatan sejarah sebagai bagian dari NKRI. Selain itu Jawa Barat selatan merupakan daerah yang amat luas dan masih perlu mendapat perhatian dari pemerintah terutama dalam bidang sosial dan  keamanan wilayah.  Wilayah yang amat luas ini dapat menjadi titik rentan keamanan negara termasuk bahaya terorisme.

Dengan mengambil rute Napak Tilas Pulau Terdepan Lintas Selatan Jawa Barat diharapkan akan tumbuh semangat besar kesadaran akan kecintaan terhadap tanah air dan tumbuh kesadaran untuk menjaganya.

Tujuan kegiatan napak tilas pulau terdepan adalah mengumpulkan menwa se-indonesia adalah agar lebih mengenal wilayah-wilayah di NKRI termasuk di selatan wilayah Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan Australia, memperkuat pemahaman dan pengetahuan kalangan Pemuda dalam mengembangkan nilai-nilai nasionalisme dan kebangsaan, mengaplikasikan nilai-nilai kejuangan dengan pengabdian kepada masyarakat serta melakukan pelayanan bakti sosial  dan berinteraksi dengan warga di lokasi kegiatan.

Kegiatan Napak Tilas Pulau Terdepan Lintas Selatan Jawa Barat merupakan kerjasama Menteri Negara Pemuda dan Olahraga dan Komando Nasional Resimen Mahasiswa Indonesia.

Hentakan Langkah Pertama dari Halaman Gedung Sate Bandung
Acara Napak Tilas Pulau Terdepan dimulai dari halaman Gedung Sate Jawa Barat.  Bendera start diangkat, rombongan pertama dilepas  Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, dilanjuti oleh Kasdam III/Slw, Sekda Jawa Barat Lex Laksamana dan Staf Ahli Menpora.  Dalam sambutannya Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyatakan Menwa sebagai pelopor kesadaran bela negara di lingkungan kampus sangat dibutuhkan pada saat ini. Kegiatan ini diharapkan semakin meningkatkan nasionalisme, wawasan kebangsaan dan sebagai wahana berbaur dalam membantu masyarakat. Kegiatan yang bersinergi dengan masyarakat antara lain bakti sosial di Kecamatan Bayongbong, Desa Cipangramatan kecamatan Cikajang, dan Desa Sukanagara kecamatan Cisompet.  Kegiatan ini merupakan yang pertama kalinya mengumpulkan anggota menwa se-Indonesia dengan jumlah 500 orang yang terdiri dari perwakilan menwa se-indonesia dari 27 propinsi.

Kegiatan Napak Tilas Pulau Terdepan Lintas Selatan Jawa Barat  berakhir di Pulau Santolo. Pulau Santolo merupakan pulau terdepan di Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan Australia.  Upacara Peringatan 17 Agustus 2009 dilaksanakan  Pulau Santolo. Sekitar 500 menwa se-indonesia, masyarakat, pelajar dan mahasiswa melaksanakan upacara  peringatan kemerdekaan RI ke 64. Diharapkan dengan menapaki bagian-bagian di wilayah Indonesia akan timbul rasa cinta dan bangga akan tanah air Indonesia.
 
Keringat dan Tapak Kaki
70 km jaraknya dari Bandung, irama kaki semakin diperlambat sebagai akibat jalan yang terus menanjak. Semangat untuk memacu jarak semakin tinggi, ditemani dengan udara sejuk kecamatan Cikajang 3,5 km jarak ditempuh dengan kecepatan 1 jam. Panas terik tak terasa dan peluh keringat terus mengucur menetes ke ibu pertiwi. Berkilo-kilo jarak terus dipacu dan tak terasa mendekati daerah gunung gelap. Disepanjang jalan daerah gunung gelap sisuguhi oleh pemandangan yang nan eksotik, bagai negeri di atas awan. Disaat yang tak terdeteksi waktu, terbayangkan akan rentannya wilayah NKRI. Kekuatiran akan bahaya terorisme bisa saja berada di daerah-daerah seperti ini. Sejauh manakah kesadaran untuk pencegahan terorisme ada di masyarakat??

Antusias Warga Cipangramatan 
Pukul 17.30 pasukan napak tilas mendekati Desa Cipangramatan. Dari kejauhan terdengar sayup-sayup irama yang akan menyambut kedatangan Komandan Menwa Indonesia  Ir. A. Riza Patria, MBA. Kepala Desa Cipangramatan beserta masyarkat dan pelajar dengan sangat antusias menyambut kedatangan peserta napak tilas. Ini merupakan suatu ketulusan yang tumbuh dari masyarakat desa kita. Nilai-nilai yang tumbuh di masyarakat desa ini semoga tertular dan tumbuh di setiap sanubari peserta napak tilas.

Bakti Sosial

Resimen Mahasiswa Indonesia merupakan bagian dari masyarakat. Nilai-nilai kesadaran akan cinta tanah air dan bangsa juga harus bergema di masyarakat. Kegiatan bakti sosial dilaksanakan di kecamatan Bayongbong, Kecamatan Cikajang (Desa Cipangramatan), Kecamatan Cisompet (Desa Sukanagara). Kegiatan bakti sosial antara lain pembagian buku-buku pengetahuan umum, pembagian alat olahraga serta perbaikan sarana umum.

Upacara 17 Agustus di Pulau Santolo
Semarak merah putih menghiasi pulau Santolo dan bentangan bendera putih sepanjang 64 meter menghiasi latar belakang peserta upacara 17 Agustus. Masyarakat Santolo, Korpri, Hansip, Pelajar dan Pramuka, Mahasiswa mengikuti upacara peringatan Kemerdekaan RI ke-64 dengan hikmat. Inpektur Upacara memasuki lapangan upacara. Lalu terdengar teriakan aba-aba siap geraaaak. Bebeberapa saat kemudian bendera merah putih berkibar gagah di tengah lapangan upacara. Sungguh ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami, hari ini dapat berdiri di salah satu bagian terdepan di Jawa Barat dalam rangka memperingati perjuangan pendiri bangsa ini, ungkap Yohanes dari Skomen Mahadana propinsi NTT. Rasa hormat kami tidak saja mengangkat tangan dan memberikan hormat,  tetapi kebanggaan yang harus dijaga dengan sikap dan tindakan yang baik.


 
Kesan dan Pesan

Napak Tilas Pulau Terdepan Lintas Selatan Jawa Barat merupakan salah satu  bentuk aksi bela negara. Pemahaman bela negara tidak hanya dimaknai secara fisik tetapi makna yang terkandung dalam kegiatan napak tilas adalah esensi dari doktrin Siliwangi adalah rakyat Jawa Barat dan rakyat Jawa Barat adalah Siliwangi (Yakobus Stefanus Muda, Skomen Mahawarman, Jawa Barat). 

Sebagai bagian dari masyarakat Peran Resimen Mahasiswa di bidang pengabdian kepada masyarakat perlu terus ditingkatkan guna memperkuat eksistensi dalam mengabdikan dirinya bagi bangsa dan negara melalui kegiatan-kegiatan bakti sosial. (Dasril, Mahararuyung, Padang)

Peringatan upacara kemerdekaan RI ke-64 merupakan suatu bentuk refleksi akan semangat cinta tanah air  dengan memahami lebih mendalam jasa para pahlawan dalam memperjuangan kemerdekaan Indonesia(Nova, Skomen Mahadasa, Aceh).

Last Updated ( Friday, 18 September 2009 )
 
< Prev   Next >
Advertisement

Polls

Setujukah anda apabila sistem kepartian di Indonesia dibatasi maksimal 5 partai?
 

Press Release

S. Ketetapan Kongres Mahawarman SURAT KETETAPANNO : 001/KM/VI/2006TENTANG PEMBENTU...
 
Skep Dewan Korps Mahawarman  KOMANDO RESIMEN MAHASISWA MAHAWARMANJAWA B...
 

Login Email

Username
Password

Staff_Mahawarman

Staff
multi
 Staff

Who's Online

We have 2 guests online

Lingkungan

  • Anggrek terbaik dunia jenis anggrek bulan lokal (Phalaenopsis amabilis) dari Kabupaten Tanah Laut kini tidak bisa ditemukan lagi di hutan Kabupaten Tanah Laut maupun di kawasan hutan Kalimantan Selatan lainnya.

  • Banteng (Bos javanicus) sebagai salah satu satwa langka penghuni Taman Nasional Alas Purwo dan Baluran di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, keberadaannya kian terancam punah, baik akibat aksi perburuan liar maupun keganasan hewan predator.

Mancanegara

  • Satu ledakan kuat menghantam kompleks kementerian pertahanan yang tiga pekan lalu menjadi lokasi serangan bom bunuh diri yang menewaskan belasan calon tentara, kata koresponden AFP.

Gempa Terakhir

Nasional Terkini